Dua Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Session Best Presentation Award di GLOBEHEAL 2026

Bali, 13 Februari 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Utari Woro Hanjaya dan Yusli Harini, berhasil meraih Session Best Presentation Award pada ajang The 9th International Conference on Global Public Health atau GLOBEHEAL 2026. Penghargaan ini diperoleh keduanya setelah tampil sebagai presenter dalam sesi ilmiah internasional yang diselenggarakan di Bali, 12–13 Februari 2026, oleh The International Institute of Knowledge Management (TIIKM).
GLOBEHEAL 2026 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk merespons tantangan kesehatan global secara kolaboratif. Konferensi tahun ini mengusung tema “Positive Responses to Global Public Health: Challenges and Solutions”. Dalam forum tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UGM turut berpartisipasi aktif sebagai presenter dalam sesi ilmiah internasional dan berhasil meraih apresiasi pada tingkat sesi.
Utari Woro Hanjaya: Evaluasi Program PMT Lokal di Kabupaten Pekalongan
Utari Woro Hanjaya, mahasiswa Minat Gizi dan Kesehatan, meraih penghargaan pada sesi Maternal, Child, and Adolescent Health melalui presentasi penelitian berjudul “Evaluation of the Local Food Supplementation Program (PMT Lokal) in Pekalongan Regency: Effects on Dietary Diversity, Weight, and Nutrient Intake among 1–3 Years Old Children.” Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program PMT Lokal dalam meningkatkan keberagaman konsumsi dan asupan zat gizi anak usia 1–3 tahun di wilayah dengan prevalensi wasting tinggi, menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest dan analisis Difference-in-Differences (DID) yang membandingkan kelompok penerima intervensi dan kontrol selama April–Juni 2025.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Dietary Diversity Score (DDS), asupan energi, dan asupan karbohidrat pada kelompok intervensi. Namun, peningkatan asupan protein dan berat badan belum menunjukkan perbedaan bermakna, yang mengindikasikan perlunya perbaikan formulasi resep berbasis pangan lokal serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam konseling gizi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar berbasis bukti untuk optimalisasi program suplementasi pangan lokal dalam mendukung percepatan penurunan wasting dan stunting di tingkat daerah.
Yusli Harini: Dampak Awal Intervensi Wolbachia terhadap Kasus DBD di Kabupaten Bantul
Sementara itu, Yusli Harini, mahasiswa Minat Field Epidemiology Training Program (FETP), meraih penghargaan pada sesi Innovations in Public Health and Digital Healthcare melalui presentasi penelitian berjudul “Preliminary Evidence of Dengue Case Reduction Following Wolbachia Intervention in Bantul District, Indonesia.” Penelitian ini mengevaluasi dampak awal intervensi Wolbachia yang diperkenalkan pada tahun 2022 di 38 desa di Kabupaten Bantul sebagai strategi tambahan pengendalian vektor dengue, menggunakan desain ekologis before–after berbasis data surveilans sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yang membandingkan jumlah kasus sebelum (2022) dan setelah intervensi (2024).
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan rata-rata kasus DBD pada desa intervensi (mean -10,58; p<0,001), sementara desa non-intervensi justru mengalami peningkatan kasus. Selain itu, terjadi pergeseran dominasi beban kasus, yakni desa yang sebelumnya termasuk dalam 10 besar kasus tertinggi pada 2022 tidak lagi mendominasi pada 2024. Temuan ini memberikan sinyal awal efektivitas Wolbachia sebagai inovasi pengendalian biologis dengue di tingkat kabupaten, sekaligus menjadi dasar penting bagi penguatan kebijakan dan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif.
Capaian kedua mahasiswa ini menegaskan kapasitas mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UGM dalam menghasilkan riset yang unggul, inovatif, dan relevan terhadap tantangan kesehatan global. Pihak program studi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi akademik yang membanggakan tersebut di forum internasional.
Prestasi di GLOBEHEAL 2026 ini membuktikan bahwa mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM mampu bersaing dan berkontribusi di panggung global melalui riset yang berdampak nyata. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan membawa solusi kesehatan masyarakat ke level internasional.
Penulis: M.Ilham Gibran
Editing: Nanda Melania

Narahubung: Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, FKKMK UGM — ph.fkkmk.ugm.ac.id | Instagram @publichealthugm | Twitter/X @s2ikm_ugm | Facebook Magister IKM UGM