UGM Jadi Tuan Rumah Distance/Blended Learning Workshop, Perkuat Pembelajaran Kesehatan Berbasis A.I.
Yogyakarta, 10 Juli 2026 – FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Distance/Blended Learning Workshop yang berlangsung secara tatap muka pada 6–10 Juli 2026 di Pandawa Room, The Phoenix Hotel Yogyakarta. Lokakarya bertaraf internasional ini merupakan edisi keempat dari rangkaian pelatihan pembelajaran bauran (blended learning) dengan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengusung tema “Get Started, Keep Moving”. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas para pengajar bidang kesehatan dalam merancang, mengembangkan, dan menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh serta pembelajaran bauran yang berkualitas.
Lokakarya ini terdiri atas dua komponen yang saling terhubung, yaitu komponen daring yang telah berlangsung pada 2 Februari hingga 15 Maret 2026 dan komponen tatap muka yang diselenggarakan pada 6–10 Juli 2026 di Yogyakarta. Kegiatan diselenggarakan atas kerjasama sejumlah institusi lintas negara, yakni Institute of Tropical Medicine (ITM) Antwerp, Belgia; Center for Tropical Medicine UGM; Institute of Public Health Bengaluru, India; serta National Rural Health Training and Research Centre Maférinya, Guinea-Conakry. Pada pembukaan kegiatan, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, menyampaikan sambutan selamat datang yang menegaskan komitmen UGM dalam pengembangan pendidikan kesehatan berbasis teknologi.
Lokakarya diikuti oleh sembilan pasang peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan dan kesehatan di kawasan Afrika dan Asia. Setiap pasang peserta mengembangkan proyek rancangan mata kuliah daring sesuai bidang keahliannya, mulai dari imunologi dan penerimaan vaksin, pencegahan dan pengendalian tuberkulosis, metode penelitian kuantitatif, epidemiologi, hingga peresepan antibiotik yang rasional. Indonesia diwakili oleh staf pengajar dan tenaga kependidikan FK-KMK UGM dari Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Departemen Biostatistics Epidemiology and Population Health (BEPH), yaitu dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH dan Vivin Fitriana, SKM., MPH yang mengembangkan mata kuliah “Epidemiology 2 – Blended Learning”, serta dr. Risalia Reni Arisanti, MPH sebagai Subject Matter Expert. Selain sebagai peserta, Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM, dr. Riris Andono Ahmad, MPH., PhD., juga berperan sebagai fasilitator kegiatan bersama dengan Malida Magista yang juga turut membimbing jalannya kegiatan.
Selama sepekan, peserta menjalani serangkaian tugas praktik (hands-on) yang menjadi inti dari lokakarya. Pada tugas pertama, peserta mempresentasikan proposal rancangan mata kuliah e-learning dengan menerapkan pendekatan backwards design serta metode ABC blended learning untuk merancang aktivitas pembelajaran dan penilaian. Tugas kedua mengarahkan peserta merancang dan merekam video pembelajaran interaktif yang dilengkapi interaksi bagi pembelajar. Pada tugas ketiga, peserta menghasilkan transkrip video sekaligus menyusun penilaian mandiri (self-assessment) formatif berbantuan AI dengan memperhatikan kualitas, validitas, dan keadilan butir soal. Adapun tugas keempat berfokus pada penataan dan pengelolaan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System) menggunakan Moodle.
Integrasi kecerdasan buatan menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh rangkaian kegiatan. Peserta dilatih memanfaatkan AI untuk menyusun skenario dan naskah video, membuat butir penilaian mandiri, serta menghasilkan aktivitas pembelajaran. Sepanjang lokakarya, peserta juga secara berkelanjutan berlatih merancang perintah (prompt design) dan melakukan refleksi kritis terhadap luaran yang diberikan oleh AI, sehingga teknologi ditempatkan sebagai alat bantu yang tetap mengutamakan kualitas pembelajaran dan peran pengajar. Rangkaian kegiatan ditutup dengan presentasi proyek akhir tiap kelompok serta diskusi bertema pelatihan di era kecerdasan buatan.
Penyelenggaraan lokakarya ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi tenaga pengajar dari UGM, khususnya Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FK-KMK. Sebagai tuan rumah, UGM memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kapasitas pendidikan kesehatan bertaraf internasional sekaligus memperluas jejaring kerjasama akademik lintas benua. Keterlibatan staf pengajar Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat dari Departemen Biostatistics, Epidemiology, and Population Health (BEPH) FK-KMK sebagai peserta maupun fasilitator turut mendorong peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi digital dosen, serta pengembangan mata kuliah berbasis blended learning yang dapat diterapkan langsung dalam proses pendidikan di lingkungan universitas.
Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Lokakarya mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu perancangan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi pendidikan secara inklusif. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera turut didukung melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik bidang kesehatan yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan. Selain itu, kegiatan ini mendorong SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan kecerdasan buatan dan platform pembelajaran digital, serta memperkuat SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan membuka akses pendidikan berkualitas bagi pengajar dari berbagai negara dengan sumber daya terbatas. Kolaborasi lintas negara dan lintas institusi yang menjadi ciri kegiatan ini juga mencerminkan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Nofathana Saputra







